Camilan Bernutrisi Tingkatkan Nilai Gizi Tumbuh Kembang Anak

Camilan Bernutrisi Tingkatkan Nilai Gizi Tumbuh Kembang Anak

pencernaan anak

Pelatihan Tumbuh Kembang Anak – Hampir semua anak pasti gemar makan cokelat dan minum susu. Sebagai orang tua, diharapkan untuk lebih melek nilai gizi dengan memastikan camilan untuk buah hati selalu penuh nutrisi.

Dokter Spesialis Anak dr. Ramani Ranjan dari India mengatakan kepada The Financial Express Online, banyak camilan yang telah meluncurkan produk baru yang sehat, bergizi, dan sekaligus nikmat. Makan makanan yang kaya dengan protein dan vitamin adalah kebutuhan saat era pandemi saat ini. Continue reading

Mama Wajib Tahu, Ini Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia 0-2 Tahun

Mama Wajib Tahu, Ini Tahap Perkembangan Emosi Anak

Usia 0-2 Tahun

hipwee-dampingi-tumbuh-kembang-anak-624x422
Pelatihan Tumbuh Kembang Anak – Tak hanya dirasakan oleh orang dewasa, anak-anak pun juga memiliki perasaan emosi masing-masing, Ma. Bahkan, anak-anak bisa merasakan emosional yang lebih dalam dibandingkan kita orang dewasa.

Hal ini karena anak-anak masih belum mampu mengendalikan emosi tersebut. Untuk itu, perkembangan emosi anak biasanya akan mengikuti perkembangan dari usia anak itu sendiri.

Artinya, perkembangan emosi anak akan terus berkembang seiring bertumbuhnya si Kecil mulai dari pertambahan usianya dari batita, balita, remaja, sampai beranjak dewasa nanti.

Tak hanya faktor usia, tahap perkembangan emosi anak juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya. Seperti faktor gen/keturunan yang juga berpengaruh dalam perkembangan emosi anak.

1. Tahap perkembangan emosi anak usia 0-2 tahun

Di usia ini, awal tahap perkembangannya dimulai ketika ia baru lahir, Ma. Untuk itu, anak-anak usia 0-2 tahun biasanya dapat Mama stimulus agar mendapatkan pengalaman yang menyenangkan akan tumbuh menjadi individu yang penuh percaya diri.

Namun sebaliknya, jika anak alami kurangnya kepercayaan diri, maka akan timbul perasaan penuh curiga dalam diri mereka.

Sekali pun usianya masih sangat muda, Ma.

Hal ini lantaran si Kecil masih belum bisa mengendalikan emosi mereka dengan benar, sehingga ia akan lebih cenderung berbuat sesuka ahti mereka.

Pada usia anak di minggu ke 3-4 mereka mulai menunjukkan senyumnya kerika merasa nyaman berada di lingkungan ia berada. Lambat laun dimulai pada bulan ke-4, anak mulai belajar mengekspresikan emosi mereka seperti marah, takut, senang, hingga takut.

Biasanya ini diekspresikan dengan tertawa atau menangis, kemudian saat usianya mencapai 2 tahun, maka ia akan mulai pandai meniru reaksi emosi yang diperlihatkan oleh orang sekitarnya, termasuk Mama dan Papa.

2. Cara menstimulasi kecerdasan emosional anak

Seperti penjelasan poin sebelumnya, perlakuan orangtua pada anak usia ini memainkan peran penting dalam pembentukan rasa percaya dirinya. Sebab pada fase bayi, mereka akan membutuhkan banyak hal untuk mengetahui lingkungannya dengan familiar.

dr. Margareta Komalasari, Sp.A dalam dalam sesi Kuliah Whatsapp bersama Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 pada Kamis (01/10/2020) dengan judul 1001 Strategi untuk Generasi Unggul: Persiapan Anak Unggul di Masa Emas Tumbuh Kembang, membagikan cara menstimulus anak sesuai usianya.

Untuk anak 0-3 bulan, Mama bisa mengajak anak bermain cilukba atau bercermin untuk melihat ekspresi wajahnya. Mama juga bisa mestimulusnya dengan tengkurap dan teletang.

Untuk anak usia 3-6 bulan, mulailah menambah rangsangan perkembangan anak dengan mengajaknya berkenalan melalui salaman tangan. Mama juga bisa mengajarkannya bertepuk tangan, membacakan dongeng, serta merangsangnya untuk duduk dan berdiri. DI usia ini anak akan mulai mengeluarkan ekspresi dirinya, Ma.

Untuk anak 6-12 bulan, Mama bisa mengajak anak melakukan ragam permainan yang dapat merangsang perkembangan emosinya. Misalnya memasukan mainan ke dalam wadahl, menggelindingkan bola, mencoret-coret, menyusun kubus.

Mama juga bisa mengajarkan si Kecil untuk berdiri dan berjalan. Dengan mengajarkan semua ini, maka tumbuh kembang anak termasuk perkembangan emosinya akan berjalan baik sesuai dengan usia mereka.

Anak usia 12-18 bulan, Mama menyusun kubus, puzzle, main boneka, menggunakan sendok, piring, melatih jalan mundur atau menaiki anak tangga satu-persatu. Anak perlu mengasah keahliannya. Mereka akan berkembang jika diberikan kepercayaan.

Untuk anak usia 18-24 bulan, Mama bisa stimulasi dengan tanya, sebut dan tunjuk. Ajak si Kecil bicara tentang kegiatan sehari-hari. Nantinya anak akan terbiasa bercerita dengan berbahasa yang baik dan benar.

3. Lakukan cara ini agar perkembangan emosional anak berjalan baik

Meski usia si Kecil masih terbilang dini, perkembangan emosional dan sosialnya sudah terlihat semakin baik dan kemampuannya bertambah, Ma. Untuk itu, diperlukan cara terbaik dalam membentuk perkembangan emosi si Kecil.

Cara yang bisa Mama coba adalah dengan bermain bersama si Kecil, Ma. Sebab bermain merupakan salah satu kebutuhan primer setiap anak, terutama mereka yang masih berada di usia 5 tahun ke bawah.

Dukung perkembangan emosi anak dengan mengajaknya bermain bersama setiap hari. Mama bisa mengajak si Kecil bermain peran yang berbeda setiap harinya. Melalui bermain, maka ia mampu membangkitkan inisiatif untuk melakukan sesuatu atau sebaliknya.

Dengan sering bermain atau mendampingi si Kecil, maka Mama dan Papa akan belajar melihat sudut pandang mereka. Dari sini Mama dan Papa akan memahami lebih jelas alasan mereka menangis atau mengamuk.

Jika anak sudah seperti ini, cara yang bisa Mama lakukan adalah menunjukkan rasa empati dan dengan lembut memberitahu cara mentikapi emosi yang ia rasakan. Gunakan bahasa yang mudah dipahami si Kecil ya, Ma.

Meski usianya masih terbilang terlalu dini, tetapi anak usia 0-2 tahun juga perlu distimulus agar perkembangan emosinya dapat terbentuk dengan baik. Semoga cara di atas dapat bermanfaat dan diterapkan ya, Ma!

10 Makanan Anak yang Penting untuk Perkembangan Otak, Orang Tua Wajib Tahu

10 Makanan Anak yang Penting untuk Perkembangan Otak,

Orang Tua Wajib Tahu

 Health Food for Fitness

Pelatihan Tumbuh Kembang Anak – Setiap orang tua akan selalu berusaha memberikan makanan sehat untuk anaknya. Makanan berperan penting dalam menentukan tumbuh kembang anak. Sehingga sejak bayi harus diberikan makanan sehat agar pertumbuhan anak berlangsung dengan baik.

Di samping itu, hal yang perlu diperhatikan saat memberikan makanan sehat untuk bayi ialah faktor kesiapan bayi dalam menerima makanan padat. Secara umum, anak memiliki kesiapan untuk makan ketika usianya telah mencapai 4-6 bulan. Beberapa makanan bergizi seperti buah, sayur, dan daging dianjurkan para ahli untuk dikonsumsi secara rutin.

Selain memberi ASI pada usia 4-6 bulan, anak juga memerlukan asupan tambahan berupa makanan anak yang sehat. Berbagai jenis makanan sehat dapat diberikan apabila anak telah memiliki kesiapan untuk menerima makanan padat.

Bayam

Bayam merupakan salah satu makanan anak yang sehat dengan harga terjangkau. Jenis sayuran ini memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, magnesium, hingga folat yang berperan penting dalam menjaga sistem imunitas tubuh.

Selain itu, bayam juga mengandung vitamin K yang berperan penting dalam meningkatkan penyerapan kalsium, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Oatmeal

Rasanya yang manis dan lezat menjadikan oatmeal sangat cocok untuk menu sarapan. Selain itu, oatmeal juga mudah didapatkan karena kini banyak ditemui oatmeal dalam bentuk instan. Makanan ini cocok dikonsumsi anak karena memiliki beragam kandungan yang mampu meningkatkan perkembangan otak.

Makanan berbahan dasar oat ini memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan. Dalam 100 gram oat mengandung 9,9 hingga 14,9 gram total serat. Sehingga makanan bergizi ini berfungsi efektif untuk menjaga kesehatan pencernaan dan sangat cocok dijadikan menu diet.

Pepaya

Salah satu makanan anak bergizi yang memiliki tekstur yang lunak dan lembut ialah pepaya. Buah ini memiliki kandungan enzim papain yang berfungsi efektif melancarkan proses pencernaan. Selain itu, teksturnya yang lembut dan lunak juga sangat baik dikonsumsi oleh bayi.

Buah pepaya juga mengandung zat besi dan asam folat yang berperan penting dalam membantu proses perkembangan otak. Untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal, konsumsi buah pepaya secara rutin dan teratur.

Ubi Jalar

Salah satu makanan anak yang berperan penting untuk perkembangan otak adalah ubi jalar. Kandungan zat kolin pada ubi jalar berfungsi efektif membantu proses kimiawi dalam sel saraf. Sehingga, hal ini mampu meningkatkan kinerja otak menjadi lebih baik.

Selain itu, ubi jalur juga mengandung vitamin A, vitamin E dan vitamin C yang berperan penting untuk mempertahankan membran sel, meningkatkan memori, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pisang

Siapa yang tidak mengenal buah pisang? Selain memiliki cita rasa yang manis dan lembut, buah yang sangat populer ini juga memiliki kandungan vitamin A, asam folat, kalium, dan fosfor yang mampu melancarkan sistem pencernaan dan meningkatkan memori otak.

Daging

Daging merupakan salah satu makanan bergizi yang digemari yang cocok untuk meningkatkan kecerdasan otak. Mengonsumsi daging sapi secara rutin dan teratur dapat menjaga daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Selain itu, daging sapi juga kaya akan vitamin B12 hingga zat besi, yang berfungsi efektif memperkuat imunitas tubuh.

Alpukat

Alpukat menjadi salah satu jenis makanan bergizi yang yang cocok untuk anak. Buah ini mengandung vitamin A, vitamin C, magnesium yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa kandungan tersebut berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah gangguan syaraf.

Brokoli

Selain memiliki cita rasa yang segar, brokoli juga mengandung segudang manfaat untuk kesehatan. Kandungan vitamin C, folat serta glukosinolat pada brokoli dipercaya dapat membantu perkembangan tubuh dengan baik dan mencegah berbagai macam penyakit.

Melansir dari American Institute For Cancer Research, kandungan glukosinolat dalam brokoli berfungsi menggagalkan perkembangan kanker prostat. Selain itu, brokoli juga mengandung banyak serat yang membantu menurunkan risiko kanker kolorektal.

Yoghurt

Yoghurt menjadi salah satu makanan bergizi yang baik untuk tumbuh kembang anak. Kandungan kalsium dan vitamin D pada yoghurt berperan penting bagi perkembangan tulang dan gigi. Selain itu, yoghurt juga dapat berfungsi efektif dalam menjaga sistem kekebalan tubuh bayi.

Cara memberikan yoghurt untuk bayi cukup mudah, Anda hanya perlu menyediakan yoghurt tanpa gula, kemudian tambahkan beberapa buah-buahan seperti alpukat, apel, atau pisang.

Ikan Salmon

Makanan anak yang menyehatkan selanjutnya ialah ikan Salmon. Ikan ini merupakan jenis ikan yang terkenal karena memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Selain rasanya yang lezat, ikan salmon juga dapat berfungsi mencegah berbagai macam penyakit di dalam tubuh. Sehingga tak heran apabila ikan salmon sangat digemari oleh penduduk dunia.

Mengonsumsi ikan salmon secara rutin dan teratur dapat memenuhi kebutuhan asam omega 3 yang berfungsi menjaga kesehatan tubuh. Di samping itu, masih banyak manfaat lainnya yang dapat membantu mencegah berbagai penyakit. Sehingga, jenis ikan ini sangat cocok dikonsumsi untuk anak karena mampu meningkatkan perkembangan otak.