Pelatihan Tumbuh Kembang Anak

RS Pratama Yogyakarta Ditarget Selesai 2015

Pelatihan Rumah Sakit |Diklat Rumah Sakit Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama ditargetkan selesai pada tahun 2015. Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot) menganggarkan Rp 37 miliar untuk tahap pertama pembangunan RS tipe C pertama di Yogyakarta tersebut.”Untuk tahap pertama sudah dimulai, dengan fokus pembangunan pengelolaan rumah sakitstruktur dan dinding,” ungkap Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Hari Setya Wacana, Senin (1/9). Sementara untuk tahap kedua, akan dilakukan tahun 2015 mendatang. Pada tahap ini pembangunan akan melanjutkan penyelesaian fisik tahap pertama hingga RS siap digunakan.Hari menjelaskan Pratama nantinya akan dibangun dua lantai, yaitu lantai basement dan lantai I. RS yang dibangun di bekas Puskesmas Mergangsan tersebut akan berkapasitas 50 tempat tidur. “Tahun 2015 ditargetkan sudah bisa beroperasi,” imbuhnya.

Permudah    

Selesainya pembangunan RS tanpa kelas pertama di Yogyakarta tersebut diharapkan bisa mempermudah pelayanan standar rujukan, sekaligus untuk peserta BPJS. Diketahui, rumah sakit ini akan setara tipe C yang belum ada di Yogyakarta.

Sementara saat ini DIY memiliki 22 rumah sakit, paling rendah berstatus tipe B. Dua di antaranya adalah rumah sakit milik pemerintah, yakni Rumah Sakit Jogja dan Rumah Sakit Tentara.

Dengan adanya RS tipe C maka pelayanan bagi pengguna jaminan kesehatan pemerintah akan lebih mudah terpenuhi.

Pasalnya untuk menggunakan rujukan harus berjenjang dari RS tipe C baru ke tipe B dan dilanjut ke tipe A. Selama ini rujukan langsung dilakukan ke RS Jogja yang tipe B, karena belum ada RS tipe C.

Terkait dengan pembangunan RS Pratama, Hari menyatakan bahwa sebelum dilakukan pembangunan fisik pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada masyarakat. Semua perizinan, lanjutnya juga sudah dipenuhi.

“Kalau memang masih ada masyarakat yang keberatan, akan kami terjunkan tim untuk mengecek ke lapangan. Misalnya kalau timbul keretakan pada dinding rumah warga, harus dipastikan, karena efek pembangunan atau sebab lain,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *